09 Agustus 2008

IM2: Tarif Internet akan Turun Otomatis


JAKARTA - Indosat M2 optimistis tarif Internet akan turun dengan sendirinya dalam beberapa waktu ke depan. Pihak IM2 mengatakan trend tarif Internet yang turun merupakan hasil bentukan pasar sendiri yang terjadi secara alamiah.

Begitulah pengutaraan Presiden Direktur Indosat M2 Indar Atmanto yang berkomentar tentang trend tarif Internet dalam negeri dalam beberapa waktu ke depan, saat ditemui wartawan usai penandatanganan kerja sama antara Indosat dan Bank CIMB Niaga di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (4/8/2008).

"Berbicara tarif kita akan kembali bergantung pada supply-demand pasar. Penurunan tarif berdasarkan pada jumlah supply (operator penyedia jasa Internet atau provider). Saya yakin pelan-pelan akan muncul pemain-pemain baru sebagai penyedia jasa. Ketika supply bertambah pasti pasar lebih kompetitif, tarif sudah pasti akan turun dengan sendirinya," terang dia.

Sementara ini, menurut Indar, yang lebih penting untuk diperhatikan adalah memperbesar penetrasi. "Daripada memikirkan kapan tarif Internet akan turun, atau kapan kapasitas bandwidth akan diperbesar, lebih baik memikirkan bagaimana memperbesar penetrasi Internet di Tanah Air," ucapnya.

"Karena bila penetrasi meningkat, maka secara alami tarif Internet antar operator akan lebih kompetitif. Jadi, pasar akan membentuk mekanismenya sendiri dengan alami," tambah Indar.

Berdasarkan data APJII terakhir, Indar memaparkan, pengguna Internet di Indonesia diperkirakan hingga akhir tahun ini mencapai sekira 27 juta pengguna.

"Dibandingkan dengan populasi masyarakat Indonesia yang mencapai 200 juta lebih, angka tersebut menunjukkan betapa besarnya peluang dan potensi bisnis yang masih bisa digarap sejak dini," Indar menerangkan.

Seharusnya, merujuk pada peraturan menteri terakhir, tarif Jartup (Jaringan Tetap Tertutup) perlu didiskusikan lagi lebih lanjut oleh APJII bersama beberapa vendor jaringan seperti PT Telkom, ICON +, XL, dan lainnya dengan para ISP (Internet Service Provider).

"Submission-nya kan sudah diserahkan ke BRTI. Terkait PKS, kita dan para provider juga memiliki PKS yang perlu di-update. Perhitungannya harus dipertimbangkan juga pada cost segment internasional, cost segment domestik, dan cost segment last mile masing-masing operator dan provider," pungkas Indar. (srn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Demi Kesempurnaan Blog Ini Saya Sangat Mengharapkan Komentar Dari Kalian....
Thank's For Your Comment