Mengintip Teknologi Open BTS ala Onno Purbo

0

Written on 1/11/2012 02:40:00 AM by Anton Lim


Onno mengutak atik Open BTS (fyk/inet)
 
Jakarta - Perangkat Open BTS memungkinkan pengguna menelepon dan SMS selama masih berada dalam jangkauan. Ternyata bentuknya cukup sederhana meski cara pembuatannya belum banyak diketahui orang.

Perangkat Open BTS yang ditunjukkan Onno W Purbo berada di dalam sebuah kotak. Kotak ini rupanya adalah untuk menampung peluru bikinan Pindad. Sengaja dibuat demikian supaya mudah dibawa karena nantinya Open BTS mungkin akan diimplementasikan di daerah bencana.

Perangkat tersebut adalah milik yayasan Air Putih. Tampak di dalamnya beberapa komponen komputer berikut alat yang dibutuhkan agar dapat berfungsi sebagai Open BTS. Namanya adalah USRP.

Simak lebih dekat perangkat Open BTS ini yang ternyata dapat dengan mudah digunakan untuk melakukan telepon dan SMS dengan ponsel biasa.



Beginilah komponen dalam open BTS. Mirip komponen komputer biasa ya?



Ini adalah USRP ((Universal Software Radio Peripheral) yang menjadi komponen kunci untuk membuat Open BTS.



Ponsel biasa pun dapat mengenali sinyal dari open BTS. Di sini, nama operator adalah Air Putih.



Dua ponsel yang dihubungkan dalam jaringan Open BTS dapat saling berkirim SMS dan telepon.



Onno tampak berkirim SMS melalui Open BTS. Hmm... Menarik bukan?

Hanya membutuhkan waktu 360 jam membangun gedung di Cina

1

Written on 1/08/2012 03:53:00 PM by Anton Lim

• Seluruh bangunan dibuat di tempat lain, dan tanpa konstruksi rangka beton.
Berapa lama untuk membangun gedung setinggi 30 lantai. Belum mengalahkan perusahaan konstruksi yang satu ini.
Sebuah bangunan dibangun dari awal hanya membutuhkan waktu 360 jam, atau 15 hari saja. Konstruksi tidak dibangun dan dirakit didalam gedung, melainkan disiapkan di tempat lain.  Hanya bagian pondasi gedung yang perlu dibangun ditempatnya. Dibuat oleh Broad Sustaintable Building, dengan luas lantai 17 ribu meter.persegi
Bangunan dimulai dari pondasi gedung, lalu menutup lantai gedung yang dibuat modular ditempat lain. Berlanjut dengan pemasangan kaca, langit langit sampai memasang instalasi kamar.
Rancangan gedung dibawah ini bahkan sudah diuji oleh China Academy of Building Research, mampu menahan gempa 9sr. Karena gedung tidak mengunakan sistem beton, tetapi besi baja kokoh dengan sistem knokdown. Hasilnya dapat diselesaikan hanya 30 hari saja.
Bandingkan dengan pembuatan gorong gorong jalan Sudirman Jakarta yang menyebabkan kemacetan. Sampai hari ini saja baru menyelesaikan tahap pengaspalan. Kalau di CIna sudah berdiri 2 gedung berlantai 30 baru. Benar benar.

Slow Read, Gaya Santai Tumbangkan Website

0

Written on 1/08/2012 03:21:00 PM by Anton Lim



Jakarta - Biasanya, cara yang paling sering digunakan hacker untuk melumpuhkan sebuah situs adalah menyerang dengan modus Distributed Denial of Service (DDoS). Tapi kini ditemukan cara baru yang lebih santai, tapi mematikan.

Metode DDos umumnya menggunakan beberapa komputer yang secara terus menerus mengirim permintaan ke server, jumlah request yang besar dan bertubi-tubi ini perlahan tapi pasti bisa menumbangkan sebuah situs. Cara ini juga sering digunakan oleh grup peretas Anonymous.

Nah, kini ada cara yang ditemukan oleh Sergey Shekyan, kepala riset lembaga keamanan Qualsys. Ia berhasil membuat sebuah tool yang memungkinkan melakukan DDoS hanya melalui satu komputer saja.

Aplikasi tersebut bernama Slow Read. Cara kerjanya mirip dengan DDos pada umumnya, hanya saja data yang diberikan oleh server dibaca dengan amat perlahan. Konon, aksi ini memanfaatkan celah pada Transmission Control Protocol (TCP) yang memungkinkan peretas untuk memanipulasi alur data.

Dikutip detikINET dari arstechnica, Sabtu (7/1/2012), aplikasi ini merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya yakni slowhttptest tool. Program yang pernah digunakan untuk mengacaukan server pemerintah Iran pada 2009 lalu.

( eno / rou )

Aplikasi Penantang Siri Hadir di BlackBerry

0

Written on 1/08/2012 03:17:00 PM by Anton Lim



 Jakarta - Siri memang menjadi aplikasi pemikat di iPhone 4S. Tak ingin ketinggalan, aplikasi serupa pun coba dihadirkan untuk ponsel BlackBerry.

Aplikasi tersebut bernama Say It, yang diciptakan oleh sekelompok pengembang aplikasi BlackBerry asal Vietnam. Cara kerjanya mirip dengan Siri, pengguna tinggal sebutkan apa yang diinginkan kemudian ponsel akan coba menampilkan pada layar.

Dikutip detikINET dari berryreview, Sabtu (7/1/2012), saat ini aplikasi Say It masih dalam tahap pengembangan sehingga masih memiliki sejumlah bug.

Penasaran? Bagi pengguna BlackBerry yang ingin mencicipinya bisa mengunduh aplikasi Say It secara OTA melalui tautan berikut ini.


( eno / eno )